Tak Sekadar Takut Jarum, Siswa Kreatif 20 Belajar Pentingnya Menjaga Kesehatan

SURABAYA – “Takut, Ustadzah!”

(Sekolah AnakBanget) Suara kecil itu terdengar ketika jarum suntik mulai disiapkan. Wajah beberapa siswi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya tampak tegang. Ada yang tersenyum kaku, ada yang memalingkan wajah, bahkan ada yang masih berusaha mencari keberanian sebelum akhirnya duduk tenang menerima imunisasi.

Namun, bujukan para ustadz dan ustadzah membuat suasana perlahan mencair.

“Sebentar saja. Rasanya seperti digigit semut,” ujar guru kepada salah seorang siswa yang masih terlihat ragu.

Tak lama kemudian, imunisasi pun selesai. Senyum lega langsung terlihat. Ketakutan yang sejak tadi memenuhi pikiran ternyata tidak seburuk yang dibayangkan.

Momen kecil tersebut menjadi salah satu cerita menarik dalam kegiatan penyuluhan kesehatan dan imunisasi yang digelar di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, Kamis, 6 Agustus 2026.

Hari itu, sekolah kedatangan tim dokter dan petugas kesehatan dari Puskesmas Tembok Dukuh. Mereka hadir membawa misi penting: memastikan kesehatan anak-anak usia sekolah tetap terjaga sekaligus menanamkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan harus dimulai sejak dini.

Bukan Sekadar Imunisasi

Kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemberian imunisasi. Para siswa juga mendapatkan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh, kebersihan diri, pola makan bergizi, serta kebiasaan hidup sehat.

Tim kesehatan juga memberikan pemeriksaan gratis kepada siswa. Telinga, gigi, dan mata menjadi bagian tubuh yang diperiksa untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa sekaligus mendeteksi kemungkinan gangguan sejak dini.

Bagi anak-anak, pemeriksaan tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Mereka tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga belajar mengenal tubuhnya sendiri.

Sementara bagi sekolah, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menyehatkan.

Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya memang secara berkala menerima kunjungan tim medis dari puskesmas. Pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan menjadi salah satu bentuk sinergi sekolah dengan layanan kesehatan dalam menjaga kondisi para siswa.

Penyuluhan tim dokter Puskesmas Tembok kepada para siswa Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surbaya

Kelas 4 dan 5 Dapat Imunisasi HPV

Dalam kegiatan kali ini, para siswi kelas 4 dan 5 mendapatkan imunisasi HPV. Sementara itu, siswa kelas 1, 2, dan 3 mendapatkan pemeriksaan kesehatan berkala yang meliputi telinga, gigi, dan mata.

Suasana paling menegangkan tentu terjadi ketika imunisasi berlangsung.

Bagi sebagian siswa, jarum suntik masih menjadi sesuatu yang menakutkan. Namun, para guru tidak membiarkan ketakutan itu berkembang menjadi kepanikan. Dengan sabar mereka mendampingi, menghibur, dan memberikan semangat.

Pendekatan sederhana tersebut ternyata cukup ampuh.

Satu per satu siswa berhasil melewati proses imunisasi. Setelah selesai, rasa lega pun terpancar dari wajah mereka.

Ada sebuah pelajaran penting yang secara tidak langsung mereka dapatkan hari itu: berani menjaga kesehatan terkadang memang harus dimulai dengan keberanian menghadapi rasa takut.

Sehat Bukan Hanya Saat Sakit

Bagi Sekolah Kreatif 20, kesehatan siswa bukanlah urusan yang hanya dibicarakan ketika ada yang sakit.

Kesehatan justru dibangun melalui kebiasaan sehari-hari.

Para ustadz dan ustadzah berharap siswa mampu menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup bergerak, rajin berolahraga, menjaga kebersihan diri, serta peduli terhadap lingkungan sekitar.

Sebab, tubuh yang sehat menjadi salah satu modal utama bagi anak-anak untuk mengikuti proses belajar dengan maksimal.

Sekolah pun berusaha menerjemahkan pesan tersebut dalam berbagai kegiatan nyata. Setiap Jumat, misalnya, siswa dan guru mengikuti Senam Ceria. Tubuh digerakkan, suasana dibuat menyenangkan, dan kebiasaan berolahraga ditanamkan sejak dini.

Tidak berhenti di sana, ada pula Gerakan Jumat Resik. Guru dan siswa bersama-sama membersihkan ruang kelas serta lingkungan di sekitar halaman kelas masing-masing.

Dari sana, anak-anak belajar bahwa menjaga kesehatan tidak selalu membutuhkan sesuatu yang rumit. Terkadang, cukup dengan rajin bergerak, memilih makanan yang baik, mencuci tangan, menjaga kebersihan, dan membuang sampah pada tempatnya.

Para siswa kelas 5 bergotong royong membersihkan kelas dalam gerakan Jumat Resik

Menjaga Anak, Menjaga Masa Depan

Kunjungan tim kesehatan Puskesmas Tembok Dukuh menjadi pengingat bahwa kesehatan anak merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah memiliki peran masing-masing untuk memastikan generasi muda tumbuh dalam kondisi sehat.

Imunisasi, pemeriksaan kesehatan, dan penyuluhan bukan sekadar agenda rutin. Di balik kegiatan tersebut ada harapan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, dan mampu menjalani proses belajar dengan baik.

Di Sekolah Kreatif Muhammadiyah 20 Surabaya, pesan itu terus digaungkan dengan cara yang dekat dengan dunia anak.

Termasuk dengan kalimat sederhana yang mungkin akan selalu mereka ingat ketika suatu saat kembali berhadapan dengan jarum suntik:

“Jangan takut. Rasanya cuma seperti digigit semut.”

Dan pagi itu, beberapa anak membuktikan bahwa keberanian bisa tumbuh dari hal kecil—bahkan dari sebuah jarum suntik yang semula begitu menakutkan. (Rudi Ircham)