(Sekolah Anak Banget) Rabu (12/8/2026) menjadi hari yang tak biasa bagi keluarga besar Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya. Di tengah riuhnya semangat para siswa mengikuti berbagai perlombaan untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, hadir sosok istimewa yang selama ini mereka kenal dari berbagai cerita: Kapolrestabes Surabaya, Kombes. Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., yang akrab dengan sebutan “Bapaknya Bonek”.
Kedatangan orang nomor satu di jajaran Kepolisian Kota Surabaya itu bukan sekadar kunjungan biasa. Ada sebuah keinginan siswa yang akhirnya terwujud.
Sepekan sebelumnya, siswa kelas 5 Sekolah Kreatif 20 melakukan kegiatan field trip ke Museum Hidup Polrestabes Surabaya. Di sana, mereka tidak hanya belajar tentang sejarah dan tugas kepolisian, tetapi juga menyimpan rasa penasaran: siapa sebenarnya sosok Kapolrestabes Surabaya yang memimpin jajaran kepolisian di Kota Pahlawan?
Keinginan untuk bertemu langsung sebenarnya sempat muncul saat kunjungan tersebut. Namun, pada saat itu Kombes Pol. Luthfie masih harus menjalankan agenda penting yang tidak dapat ditinggalkan. Para siswa pun harus bersabar.
Mereka menunggu.
Hingga akhirnya, penantian itu terbayar pada Rabu pagi.
Tepat pukul 10.25 WIB, Kombes Pol. Luthfie bersama jajaran tiba di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya. Suasana halaman sekolah seketika berubah. Lambaian tangan para siswa menyambut kedatangan sang tamu. Senyum dan wajah-wajah penuh antusiasme tampak menghiasi halaman sekolah.
Namun, suasana semakin cair ketika Kapolrestabes Surabaya tidak sekadar menjadi tamu. Ia justru turun langsung menyapa dan berbaur bersama para siswa.
Salah satunya melalui lomba voli sarung yang tengah dimainkan siswa kelas 5 dan 6. Dalam suasana penuh canda dan keceriaan, Pak Luthfie ikut bermain dalam pertandingan tersebut.
Meski hanya bersifat ekshibisi, momen itu terasa istimewa bagi para siswa. Mereka bukan hanya melihat sosok Kapolrestabes dari kejauhan, tetapi dapat bermain, bercengkerama, dan merasakan kehadiran seorang figur yang selama ini mereka kenal sebagai pengayom masyarakat Kota Surabaya.
Bagi anak-anak, mungkin pertandingan itu hanya berlangsung beberapa menit. Namun, kenangannya bisa jauh lebih panjang.

Kedatangan Kapolrestabes Surabaya Kombes. Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si. ke Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya disambut hangat oleh para siswa.
Pesan Sederhana, Harapan Besar
Tidak berhenti di lapangan lomba, Pak Luthfie juga menyempatkan diri memberikan pesan khusus kepada siswa-siswi Sekolah Kreatif 20. Pesan tersebut dituliskan pada pigura dengan tinta berwarna perak.
“Jadilah anak kreatif, ciptakan dunia baru penuh harapan. Semoga menjadi anak-anak sukses.”
Kalimat sederhana itu menjadi pesan yang sarat makna. Apalagi disampaikan di sekolah yang sejak awal memang menanamkan semangat kreativitas, keberanian mencoba, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kunjungan tersebut kemudian semakin meriah ketika Pak Luthfie memberikan kuis kepada para siswa. Pertanyaan yang diberikan tidak hanya menguji pengetahuan umum, tetapi juga membawa siswa kembali mengenal sejarah Kota Surabaya.
Salah satu pertanyaan yang dilontarkan adalah, “Siapa salah satu pahlawan dari Surabaya?”
Pertanyaan tersebut berhasil dijawab oleh Haqqi, siswa kelas 5 Al Faqih. Jawaban tepat itu pun diganjar hadiah berupa sebuah tas dari Pak Luthfie.
“Aku senang bisa menjawab pertanyaan itu dan mendapat hadiah tas yang bagus,” ujar Haqqi dengan wajah penuh kegembiraan.
Hadiah tersebut mungkin sederhana. Tetapi bagi Haqqi, pengalaman bisa menjawab pertanyaan langsung dari Kapolrestabes Surabaya tentu menjadi cerita yang akan terus diingat.

Kombes. Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si. memberikan pesan singkat dan mendalam bagi para siswa Sekolah Kreatif SD Muhammadiayah 20 Surabaya.
Dari Museum, Berlanjut ke Sekolah
Kunjungan Pak Luthfie seolah menjadi kelanjutan dari pembelajaran yang telah dilakukan siswa kelas 5 di Museum Hidup Polrestabes Surabaya beberapa hari sebelumnya.
Jika di museum para siswa belajar mengenal kepolisian melalui koleksi, sejarah, dan berbagai cerita masa lalu, maka hari itu mereka mendapatkan pengalaman berbeda: bertemu langsung dengan sosok yang berada di balik kepemimpinan kepolisian Kota Surabaya.
Pembelajaran pun menjadi lebih hidup.
Tidak ada sekat antara siswa dan pejabat. Yang hadir adalah suasana hangat, dialog, permainan, kuis, serta pesan tentang masa depan.
Bagi para ustad dan ustadzah Sekolah Kreatif 20, momen tersebut menjadi bagian penting dari proses pendidikan. Sebab, pendidikan tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Terkadang, sebuah pertemuan sederhana dengan sosok inspiratif dapat meninggalkan pelajaran yang jauh lebih membekas.
Para guru pun berharap, pesan yang dituliskan Pak Luthfie tidak berhenti sebagai tulisan indah di atas pigura. Lebih dari itu, pesan tersebut dapat tumbuh menjadi semangat dalam diri para siswa.
Menjadi anak-anak kreatif. Berani menciptakan dunia baru. Memiliki harapan. Dan kelak tumbuh menjadi generasi yang mampu memberikan perubahan positif bagi peradaban bangsa.
Hari itu, Kapolrestabes Surabaya datang memenuhi keinginan anak-anak.
Namun, boleh jadi yang dibawa pulang oleh para siswa bukan sekadar foto, hadiah, atau kenangan bermain voli sarung bersama “Bapaknya Bonek”.
Lebih dari itu, mereka membawa sebuah pesan tentang masa depan.
Pesan dari seorang pengayom Kota Pahlawan kepada generasi penerusnya: jadilah anak kreatif dan ciptakan dunia baru penuh harapan. (Rudi Ircham)

Pemberian cinderamata dan kenang kenangan siswa Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya kepada Kombes. Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si.