(Sekolah Anak Banget) Alunan musik ternyata tak sekadar menjadi hiburan bagi Xhaquille Maliqaf Farsyabima. Bagi siswa kelas 3 Rosela Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya itu, musik menjadi ruang untuk menunjukkan keberanian, bakat, sekaligus membuktikan bahwa prestasi bisa lahir dari passion yang terus diasah.
Kerja keras tersebut berbuah manis. Xhaquille berhasil menyabet Juara 1 Bronze dalam ajang Yamaha Pianoforte Fiesta 2026 yang diselenggarakan oleh Melodia Music School. Kompetisi ini mempertemukan banyak peserta yang datang dengan kemampuan terbaiknya untuk tampil dan memukau para juri.
Di tengah persaingan tersebut, Xhaquille tampil percaya diri. Kemampuannya memainkan musik mampu mencuri perhatian hingga akhirnya mengantarkannya meraih gelar Juara 1 Bronze.

Ananda Xhaquille Maliqaf Farsyabima bangga dengan juara yang ia dapatkan
Bagi Xhaquille, pencapaian itu bukan sekadar sebuah gelar. Ada kebanggaan sekaligus pengalaman berharga yang akan menjadi bekal untuk terus berkembang di dunia musik.
“Saya bangga mendapat gelar Juara 1 Bronze. Semoga kelak saya bisa mengikuti lomba yang lain dan menyabet juara lebih tinggi lagi,” kata Xhaquille.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki panggungnya masing-masing. Ada yang bersinar melalui olahraga, seni, akademik, maupun bidang lainnya. Xhaquille menemukan panggung itu melalui musik.
Dukungan keluarga, terutama sang bunda, Farghani Icmiardhika, menjadi bagian penting dalam perjalanan Xhaquille mengembangkan bakatnya. Keikutsertaannya dalam kompetisi bukan hanya tentang mengejar piala, tetapi juga tentang memberikan ruang kepada anak untuk berani tampil, berkompetisi, dan belajar dari pengalaman.
Bagi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, prestasi Xhaquille menjadi kabar menggembirakan sekaligus pemantik semangat bagi siswa lainnya. Sekolah berharap semakin banyak siswa yang berani menemukan dan mengembangkan potensi sesuai dengan passion masing-masing.
“Harapan kami akan lahir siswa-siswi lain yang mahir di bidang musik maupun bidang sesuai passion mereka. Talentanya harus terus diasah dengan mengikuti berbagai ajang kompetisi,” ungkap pihak sekolah.
Kompetisi, pada akhirnya, bukan semata-mata tentang siapa yang membawa pulang piala. Lebih dari itu, kompetisi menjadi tempat anak belajar berani tampil, mengukur kemampuan, menerima tantangan, dan membangun semangat juara sejak dini.
Hari ini Xhaquille pulang membawa gelar Juara 1 Bronze. Namun, bisa jadi ini baru satu langkah kecil dari perjalanan panjangnya. Sebab, di balik sebuah piala, ada bakat yang terus diasah dan mimpi yang sedang mulai dimainkan—setepat nada yang ia lantunkan. (Rudi Ircham)

Ananda Xhaquille Maliqaf Farsyabima menerima penghargaan dari juri