Dari Scroll Instagram, Alya Melangkah Menuju Putri Jawa Timur 2026

(Sekolah Anak Banget) Berawal dari sebuah unggahan di Instagram, siapa sangka sebuah kesempatan besar datang menghampiri Alya Syifa Putriadini, siswi kelas 6 KH Mas Mansyur Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya.

Tidak ada yang menyuruh. Tidak pula karena sekadar ikut-ikutan teman.

Alya sendiri yang menemukan informasinya.

Di tengah aktivitasnya berselancar di media sosial, perhatian Alya tertuju pada sebuah informasi tentang kompetisi Putra dan Putri Jawa Timur 2026. Ia membaca persyaratan yang tercantum, mencermati kemampuan apa saja yang dibutuhkan, lalu mulai bertanya kepada dirinya sendiri: Mengapa tidak mencoba?

Pertanyaan sederhana itulah yang kemudian membawa langkahnya semakin jauh.

Alya melihat bahwa persyaratan kompetisi tersebut cukup dekat dengan kemampuan yang selama ini ia tekuni. Berpidato, bernyanyi, hingga membuat dan membawakan karya sastra berupa puisi merupakan beberapa kemampuan yang dimilikinya. Alih-alih hanya menjadi penonton informasi di media sosial, Alya memilih mengambil kesempatan.

Ia mendaftar. Ia mencoba. Ia berproses.

Dan hasilnya, nama Alya berhasil masuk dalam nominasi Putra dan Putri Jawa Timur 2026.

Bagi seorang siswi sekolah dasar, capaian tersebut tentu bukan sekadar sebuah nama yang tercantum dalam daftar nominasi. Ada keberanian di baliknya. Ada rasa percaya diri yang sedang tumbuh. Dan yang tidak kalah penting, ada sebuah pelajaran bahwa peluang terkadang hadir dari hal sederhana—termasuk dari sebuah unggahan yang lewat di layar ponsel.

Alya PutriAdini Siswi kelas 6 KH Mas Mansyur Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya masuk nominasi Putra dan Putri Jawa Timur 2026

Bukan Sekadar Cantik dan Tampil di Panggung

Kompetisi Putra dan Putri Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan Rio Manajemen di bawah CEO Mas Aris ini memang tidak sekadar mencari peserta yang mampu tampil percaya diri di atas panggung.

Ajang tersebut digagas untuk menemukan bibit-bibit siswa dan siswi berprestasi dari berbagai daerah di Jawa Timur dengan beragam kecakapan. Kemampuan akademik bukan satu-satunya ukuran. Potensi di bidang sastra, tarik suara, orasi, bahasa asing, komunikasi, hingga keberanian tampil menjadi bagian dari kompetensi yang dikembangkan.

Di sinilah Alya menemukan ruang untuk menunjukkan dirinya.

Ia tidak hanya membawa keberanian untuk tampil, tetapi juga membawa berbagai pengalaman yang selama ini telah ia bangun. Ketika masih duduk di kelas 5, Alya pernah mengikuti kompetisi yang hampir serupa. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga ketika kembali berhadapan dengan dunia kompetisi.

Kini, satu tahun lebih matang, Alya kembali mencoba peruntungannya.

Namun, kali ini tantangannya tentu berbeda.

Masuk nominasi bukanlah garis akhir. Perjalanan Alya masih akan berlanjut menuju proses karantina yang dijadwalkan pada Oktober 2026. Di tahap tersebut, kemampuan, mental, kedisiplinan, kreativitas, dan keberanian peserta akan kembali diuji.

Alya pun telah meneguhkan tekadnya.

Ia ingin memberikan yang terbaik dengan kemampuan yang dimilikinya.

Ketika Bakat Bertemu dengan Keberanian

Ada satu hal menarik dari perjalanan Alya. Prestasi ini tidak bermula dari sebuah program yang sudah dirancang panjang, melainkan dari inisiatif seorang anak untuk mencari dan mengenali peluangnya sendiri.

Inilah yang membuat kisah Alya menjadi lebih dari sekadar cerita tentang lomba.

Di usia sekolah dasar, Alya telah belajar bahwa bakat tidak cukup hanya dimiliki. Bakat perlu dikenali, dilatih, lalu diberi keberanian untuk ditampilkan.

Dan keberanian itulah yang kini membawanya melangkah lebih jauh.

Bagi keluarga besar Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, capaian Alya tentu menjadi kabar yang membanggakan. Namun, sekolah berharap kisah ini tidak berhenti sebagai sebuah prestasi pribadi.

Ustadz dan Ustadzah Kreatif 20 berharap akan lahir “Alya-Alya” lainnya—anak-anak yang berani mengenali potensi dirinya, berani mencoba kesempatan baru, serta tidak takut untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki.

Sebab, sekolah bukan hanya tempat anak belajar membaca, menulis, berhitung, dan memahami berbagai pengetahuan. Sekolah juga menjadi tempat anak menemukan dirinya: apa yang ia sukai, apa yang ia bisa, dan sejauh mana ia berani bermimpi.

Hari ini, Alya sedang menjalani proses menuju panggung Putra dan Putri Jawa Timur 2026.

Entah bagaimana hasil akhirnya nanti, satu hal sudah pasti: Alya telah memenangkan satu pertandingan penting lebih dulu—pertandingan melawan keraguan untuk berani mencoba.

Dari sebuah unggahan Instagram, langkah kecil itu dimulai.

Kini, langkah tersebut sedang membawanya menuju panggung yang lebih besar.

Selamat berproses, Alya. Teruslah berani mencoba, teruslah mengasah kemampuan, dan jadilah inspirasi bagi teman-teman di Kreatif 20 (Rudi Ircham).