Sekolah Kreatif SD MHAMMADIYAH 20 SURABAYA MENDAPAT KUNJUNGAN DARI FGM SULSEL

(Sekolah Anak Banget). Pada tanggal 21 Mei 2026, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya mendapat kunjungan istimewa dari rombongan FGM (Forum Guru Muhammadiyah) beserta para pengajar dari Provinsi Sulawesi Selatan. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman mengenai dunia pendidikan Muhammadiyah.

Salah satu tujuan utama kedatangan rombongan FGM Sulsel ke Jawa, khususnya ke Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, adalah untuk melihat lebih dekat serta melakukan sharing terkait bentuk dan keunikan pola pengajaran yang telah lama diterapkan di sekolah tersebut. Pola pendidikan yang terus mengalami evolusi dan pembaruan menjadi daya tarik tersendiri bagi para guru dari Sulawesi Selatan.

Rombongan FGM Sulsel dikomandoi oleh Bapak Kabai yang juga merupakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Sementara itu, ketua rombongan, Ustadzah Siti Rumaisah Asri, memimpin rombongan yang terdiri dari beberapa perwakilan sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Sebanyak 12 peserta rombongan menempuh perjalanan menggunakan moda transportasi kapal menuju Surabaya. Sesampainya di Kota Pahlawan, mereka terlebih dahulu beristirahat di Masjid Mujahidin Surabaya sebelum melanjutkan sarapan bersama dengan menikmati Soto Boyolali di kawasan Tidar, Surabaya.

Selain mengunjungi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, rombongan juga dijadwalkan mengunjungi beberapa sekolah Muhammadiyah lainnya di Pulau Jawa, termasuk SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan FGM Sulsel mengaku kagum dan takjub dengan pola pengajaran yang diterapkan para guru terhadap siswa-siswi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya.

“Alhamdulillah kami bisa belajar dan melihat secara langsung pola pengajaran Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya. Ini merupakan oleh-oleh yang luar biasa dan bisa kami jadikan inspirasi untuk sekolah-sekolah kami di Sulawesi Selatan,” ujar Ustadzah Siti Rumaisah Asri.

Dipilihnya Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya sebagai salah satu tujuan studi tiru ternyata berawal dari pertemuan salah satu guru Kreatif 20 Surabaya, Ustadz Muhammad Ain, M.Pd.I, dalam sebuah kegiatan bimtek nasional. Dalam kesempatan tersebut, beliau bertemu dengan perwakilan guru dari Sulawesi Selatan dan menceritakan latar belakang berdirinya Kreatif 20 yang berada di tengah kampung serta pernah menjadi sekolah konvensional dengan jumlah siswa yang terbatas.

Para rombongan FGM Sulel berpose bersama dengan para pengajar Sekolah kreatif SD Muhammadiyah 20 Suabaya.

Para rombongan FGM Sulel berpose bersama dengan para pengajar Sekolah kreatif SD Muhammadiyah 20 Suabaya.

Beliau juga menceritakan bagaimana awal mula Kreatif 20 bangkit dan bermetamorfosis menjadi sekolah dengan kurikulum yang unik dan inovatif, bahkan jauh sebelum berbagai kurikulum diterapkan secara luas oleh Dinas Pendidikan. (Rudi  Ircham)