(Sekolah Anak Banget) Putih-putih memenuhi sudut Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, Senin (31/8/2026). Bukan sekadar warna pakaian, putih pagi itu menjadi simbol semangat untuk mengenal lebih dekat sosok manusia mulia yang menjadi teladan sepanjang zaman, Nabi Muhammad SAW.
Di penghujung Agustus ini, Kreatif 20 menghadirkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara yang berbeda. Bukan hanya duduk mendengarkan ceramah, para siswa diajak mendengar kisah, menonton perjalanan Rasulullah, bertanya, menjawab kuis, hingga menuangkan kecintaan kepada Nabi melalui karya seni dan kreativitas.
Sejak pagi, suasana sekolah terasa begitu istimewa. Siswa, guru, dan karyawan kompak mengenakan pakaian serba putih. Senyum dan keceriaan anak-anak berpadu dengan berbagai aktivitas yang telah disiapkan oleh para Ustad dan Ustdzah.
Peringatan Maulid Nabi kali ini memang sengaja dikemas sesuai dengan karakter dan usia siswa. Kelas 1 hingga kelas 3 mendapatkan pengalaman belajar melalui dongeng, sementara siswa kelas 4 hingga kelas 6 diajak menyelami perjalanan kehidupan Rasulullah SAW melalui film dan diskusi.
Dunia Anak Bertemu Kisah Rasulullah
Bagi siswa kelas 1 hingga kelas 3, kisah Rasulullah SAW hadir dalam bentuk yang begitu dekat dengan dunia mereka: dongeng!
Ustdzah Puput bersama Aiz tampil mengajak anak-anak menyelami kisah kehidupan Rasulullah SAW. Dengan gaya bercerita yang atraktif dan penuh ekspresi, kisah yang disampaikan membuat para siswa larut dalam cerita.
Kehadiran boneka Aiz bahkan menjadi magnet tersendiri. Beberapa siswa begitu penasaran dan ingin melihat Aiz dari dekat. Ustdzah Puput pun dengan sabar memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkenalan dengan Aiz, sembari mengarahkan kembali agar tetap fokus menyimak kisah Rasulullah.
Salah satu cerita yang berhasil membuat anak-anak tertegun adalah kisah kebijaksanaan Rasulullah SAW ketika para pemimpin kabilah Quraisy berselisih dalam menentukan siapa yang berhak memindahkan Hajar Aswad.
Masing-masing kabilah merasa memiliki hak dan kekuatan. Perselisihan itu bahkan berpotensi menimbulkan pertikaian. Namun, Rasulullah SAW hadir dengan solusi yang sederhana, adil, dan mampu diterima semua pihak.

Ustdzah Puput bersama Aiz menghibur serta mengisahkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW di depan para siswa kelas satu hingga kelas 3
Beliau membentangkan surbannya, kemudian meletakkan Hajar Aswad di tengahnya. Setiap kepala suku Quraisy diminta memegang bagian surban tersebut dan bersama-sama mengangkat batu hingga berada di tempatnya.
Dengan cara itu, tidak ada pihak yang merasa dikalahkan. Semua mendapatkan kesempatan yang sama.
Cerita tersebut rupanya membuat rasa ingin tahu anak-anak semakin tumbuh.
“Kenapa batu itu dipindahkan bersama-sama?” tanya Dimas, siswa kelas 3.
Pertanyaan polos tersebut langsung mendapatkan jawaban sederhana dari Ustdzah Puput.
“Agar mereka rukun dan tidak saling bertengkar.”
Seketika, sebuah kisah sejarah berubah menjadi pelajaran karakter yang sangat dekat dengan kehidupan anak-anak: rukun, adil, bekerja sama, dan tidak mudah bertengkar.
Menonton Perjalanan Rasulullah, Lalu Berburu Hadiah
Sementara itu, siswa kelas 4, 5, dan 6 mendapatkan pengalaman yang tidak kalah menarik. Mereka berkumpul di Masjid Mas Mansyur untuk menyaksikan film perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW, mulai dari masa bayi hingga dewasa.

Nobar siswa kelas 4 hingga kelas 6 film yang mengisahkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dari kecil hingga dewasa bersama Ustad Muhammad Ain
Setelah menyaksikan film, Ustad Ain selaku guru Ismuba memberikan penjelasan mengenai perjalanan hidup Rasulullah SAW. Penjelasan tersebut membuat siswa tidak hanya melihat kisah Rasulullah melalui layar, tetapi juga memahami nilai-nilai keteladanan yang terkandung di dalamnya.
Namun, ada satu sesi yang membuat suasana semakin ramai: kuis berhadiah!
Ustad Ain memberikan sejumlah pertanyaan seputar kehidupan Nabi Muhammad SAW. Tangan-tangan siswa pun mulai terangkat. Mereka berusaha mengingat kembali kisah yang baru saja disaksikan.
Benar saja, banyak jawaban tepat meluncur dari para siswa.
Sorak kegembiraan pun pecah ketika mereka berhasil menjawab pertanyaan dengan benar dan mendapatkan hadiah. Belajar sejarah kehidupan Rasulullah ternyata bisa dilakukan dengan cara yang seru, interaktif, dan membuat anak-anak antusias.
Dari Keteladanan Menjadi Karya
Peringatan Maulid Nabi belum berhenti sampai di sana.
Setelah sesi istirahat pertama, semangat anak-anak kembali disalurkan melalui berbagai kompetisi kreatif.
Ada lomba mewarnai kaligrafi bertuliskan nama Nabi Muhammad SAW. Dengan penuh ketelitian, siswa menuangkan imajinasi mereka melalui warna dan karya.

Para siswa kelas satu unjuk gigi mewarnai kaligrafi yang bertuliskan nama Nabi Muhammad SAW
Ada pula lomba membuat puisi. Siswa yang memiliki ketertarikan di bidang sastra menunjukkan kemampuan merangkai kata. Berbagai puisi tentang Nabi Muhammad SAW dibacakan dengan penuh penghayatan, menghadirkan suasana yang hangat sekaligus menghibur.
Tak mau kalah dengan perkembangan zaman, siswa kelas 4 hingga kelas 6 juga mendapatkan tantangan membuat video vlog.
Para peserta membuat video kreatif bertema Maulid Nabi Muhammad SAW, kemudian mengunggahnya melalui kanal media sosial pribadi masing-masing dengan menandai media sosial Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya.
Dengan begitu, kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga dikemas melalui kreativitas khas anak-anak zaman sekarang.
Pengumuman para pemenang dari berbagai kompetisi tersebut akan dilaksanakan pada awal September 2026.

Para siswa kelas empat hingga kelas enam menunjukkan kemampuan sastranya dalam membuat puisi yang bertemakan sifat Nabi Muhammad SAW
Bukan Sekadar Mengenal, tetapi Meneladani
Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, Ustdzah Tya, mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi tahun ini sengaja dirancang tidak sekadar mengenalkan sejarah kehidupan Rasulullah SAW.
Menurutnya, jauh lebih penting bagi anak-anak adalah bagaimana kisah tersebut dapat menjadi inspirasi untuk membentuk karakter mereka.
“Kami sengaja menggelar rangkaian acara peringatan Maulid ini tidak hanya sekadar tahu sosok manusia mulia yang membawa manusia dari kegelapan menuju terang benderang. Namun, lebih dari itu, kami berharap anak-anak ini bisa meneladani sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan mereka,” kata Ustdzah Tya.
Pesan tersebut menjadi benang merah dari seluruh rangkaian kegiatan.
Anak-anak tidak hanya diajak mengetahui siapa Nabi Muhammad SAW, tetapi juga belajar dari sifat dan sikap beliau. Belajar menjadi pribadi yang jujur, amanah, penyayang, adil, bijaksana, suka menolong, dan mampu menjaga kerukunan.
Karena bagi anak-anak Kreatif 20, mengenal Rasulullah bukan hanya tentang menghafal perjalanan hidupnya.
Mengenal Rasulullah adalah tentang bagaimana menghadirkan keteladanannya dalam kehidupan.
Dari sebuah dongeng sederhana, lahir pertanyaan kritis. Dari sebuah film, tumbuh rasa ingin tahu. Dari sebuah kuis, muncul semangat belajar. Dari sebuah puisi dan kaligrafi, lahir karya. Dan dari seluruh rangkaian kegiatan itu, diharapkan tumbuh generasi Kreatif 20 yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga berakhlak mulia.
Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW.