(Sekolah Anak Banget) Senin pagi, 17 Agustus 2026, halaman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya tampak berbeda dari biasanya. Nuansa merah putih berpadu dengan keberagaman pakaian khas daerah dan seragam bernuansa militer mewarnai upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Ada sosok istimewa yang hadir sebagai pembina upacara. Beliau adalah Komandan Rayon Militer (Danramil) Brawijaya, Bapak Sukarji. Kehadirannya memenuhi undangan Sekolah Kreatif 20 bukan sekadar menjadi pembina upacara, tetapi juga membawa pesan penting tentang makna kemerdekaan bagi generasi muda.
Dengan penuh perhatian, para siswa mengikuti setiap rangkaian upacara. Mereka hadir dengan dresscode yang beragam dan penuh makna. Ada yang mengenakan pakaian adat khas Papua, seragam militer Angkatan Darat, hingga busana bernuansa merah putih. Keberagaman tersebut menjadi gambaran kecil Indonesia yang penuh warna—berbeda budaya, berbeda cita-cita, namun tetap berdiri dalam satu semangat kebangsaan.

Para siswa Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya mengikuti upacara peringatan HUT RI 81 di halaman sekolah bersama Bapak Sukarji (Danramil Brawijaya) sebagai pembina upacara
Dalam amanatnya, Bapak Sukarji mengajak seluruh siswa untuk memaknai kemerdekaan dengan cara yang sesuai dengan dunia mereka. Menurutnya, perjuangan generasi masa kini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan dengan belajar sungguh-sungguh, terus berkarya, menjaga persatuan, serta menunjukkan sikap sebagai anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Indonesia.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan. Justru, kemerdekaan memberikan ruang yang luas bagi anak-anak bangsa untuk tumbuh, belajar, bermimpi, dan memberikan karya terbaik bagi negeri.
Suasana upacara semakin semarak ketika Paduan Suara Kreatif 20 tampil membawakan sejumlah lagu nasional dan lagu daerah. Suara para siswa yang berpadu dengan irama lagu daerah yang rancak membuat halaman sekolah terasa semakin hidup. Bagi peserta upacara, penampilan tersebut bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi bentuk kecintaan terhadap tanah air dan kekayaan budaya Indonesia.

Paduan suara Kreatif 20 menghibur para peserta upacara dengan lagu nasional dan lagu daerah dari Indonesia.
Usai upacara, para siswa diberikan waktu beristirahat selama kurang lebih 30 menit sebelum melanjutkan agenda berikutnya, yakni pawai kemerdekaan. Kali ini, kemeriahan HUT RI dibawa keluar dari halaman sekolah.
Para siswa bersama guru dan karyawan Sekolah Kreatif 20 melakukan longmarch mengelilingi sejumlah ruas jalan di sekitar sekolah. Rute dimulai dari Tembok Dukuh, kemudian menuju Jalan Tidar, melewati perempatan Jalan Tidar dan Kranggan, hingga akhirnya kembali ke sekolah.
Jarak yang cukup jauh membuat perjalanan kali ini membutuhkan tenaga dan kesabaran ekstra. Terlebih, rombongan harus melewati jalan raya yang ramai kendaraan. Pengawasan dan pengawalan pun dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar seluruh siswa dapat mengikuti pawai dengan aman dan tertib.
Di tengah perjalanan, rasa lelah mulai dirasakan sebagian siswa. Namun, bagi Fathan, siswa kelas 6 yang tampil mengenakan dresscode ala pahlawan Imam Bonjol dari Sumatera Barat, perjalanan panjang tersebut tetap menjadi pengalaman yang menyenangkan.
“Aduh, jauhnya rute kali ini, tapi tak apalah. Yang penting aku bisa jalan-jalan bersama kawan-kawan. Kapan lagi kalau tidak kali ini?” ujarnya sembari menikmati perjalanan bersama teman-temannya.
Rasa lelah yang dirasakan para siswa justru menjadi bagian dari pembelajaran. Para ustaz dan ustazah Sekolah Kreatif 20 mengajak siswa melihat perjalanan panjang tersebut dari sudut pandang perjuangan para pahlawan. Dahulu, para pejuang harus berpindah tempat, bergerilya, menghadapi medan yang berat, dan menghadapi berbagai tantangan tanpa mudah menyerah.
Dari perjalanan itu, siswa belajar bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini tidak hadir dengan mudah. Ada pengorbanan, keberanian, kesabaran, dan keteguhan yang diwariskan para pahlawan kepada generasi penerus.
Peringatan HUT RI ke-81 di Sekolah Kreatif 20 akhirnya bukan sekadar upacara dan pawai. Di balik pakaian adat, lagu nasional, langkah panjang, dan rasa lelah yang menyertai perjalanan, terselip sebuah pelajaran penting: menjadi generasi penerus bangsa berarti melanjutkan perjuangan dengan cara yang berbeda—belajar, berkarya, menjaga persatuan, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.
Semangat itulah yang ingin ditanamkan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya kepada para siswanya. Sebab, jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas anak-anak Indonesia hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan karya terbaik untuk Indonesia. (Rudi Ircham)

Para siswa, guru dan karyawan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya bersatu padu mengikuti pawai dan longmarch secara tertib.