Begini Pembelajaran Perubahan Wujud Siswa Kreatif 20, Belajar Sains Langsung dari Pedagang Es Krim Goreng!

(Sekolah Anak Banget)  Siapa bilang belajar perubahan wujud benda harus selalu duduk di dalam kelas, membaca buku, dan menghafal teori? Siswa kelas 3 Orchid, Rosella, dan Jasmine Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya membuktikan bahwa belajar sains bisa terasa jauh lebih menyenangkan ketika teori bertemu langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Rabu pagi (14/10/2026), halaman depan kantor sekolah mendadak menjadi ruang belajar yang berbeda. Bukan laboratorium dengan peralatan rumit, melainkan arena belajar bersama seorang pedagang es krim goreng yang biasa mangkal di Lapangan Brawijaya, Surabaya.

Kali ini, kedatangan sang pedagang bukan untuk melayani siswa yang ingin membeli jajanan favorit mereka. Ada misi pembelajaran yang lebih menarik: mengamati secara langsung proses perubahan wujud benda yang sebelumnya telah mereka pelajari di kelas.

Duduk lesehan bersama teman-temannya, para siswa tampak antusias memperhatikan instruksi ustad dan ustadzah. Mata mereka tertuju pada aktivitas sang pedagang yang sibuk mencampurkan berbagai bahan untuk membuat es krim goreng. Setiap tahapan menjadi kesempatan untuk mengamati, bertanya, dan menghubungkan pengalaman nyata dengan materi pelajaran.

Suasana semakin menarik ketika sesi tanya jawab dimulai. Ustad Azis Muhaimin bersama Ustadzah Eka Maryus, pengampu kelas 3, memberikan sejumlah pertanyaan untuk menguji pemahaman siswa tentang perubahan wujud benda.

“Anak-anak, apa perubahan zat dari padat menjadi gas?” tanya Ustad Azis Muhaimin.

Dengan penuh percaya diri, Salman, salah satu siswa kelas 3, segera menjawab, “Aku tahu jawabannya, menyublim!”

Jawaban Salman menjadi salah satu momen menarik dalam kegiatan indoor tersebut. Istilah yang sebelumnya dipelajari melalui materi di kelas kini kembali muncul dalam suasana belajar yang lebih konkret dan menyenangkan.

Bagi siswa sekolah dasar, pengalaman seperti ini memberikan kesempatan untuk memahami bahwa sains bukan sekadar kumpulan istilah yang harus dihafalkan. Perubahan wujud benda dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk dalam proses pengolahan makanan yang mereka lihat secara langsung.

Antre Es Krim, Belajar Sabar dan Disiplin

Keseruan belum berakhir. Setelah mengamati proses pembuatan es krim goreng, para siswa mendapat kesempatan untuk menikmati es krim yang dibuat bersama sang pedagang.

Satu per satu nama siswa dipanggil. Dengan tertib, mereka menunggu giliran untuk mendapatkan es krim. Meski sebagian siswa mulai tidak sabar menanti namanya disebut, ustad dan ustadzah tetap mendampingi mereka agar belajar menghargai antrean dan mengikuti aturan bersama.

Di sela-sela kegiatan, wajah ceria dan rasa penasaran tampak menghiasi suasana. Bagi anak-anak, pengalaman membuat dan menikmati es krim bersama tentu menjadi sesuatu yang berkesan. Namun, lebih dari sekadar mendapatkan jajanan kesukaan, mereka juga belajar tentang proses, ketertiban, dan kesabaran.

Salah satu siswi kelas 3 Jasmine, Raisya Aulia, mengungkapkan kegembiraannya setelah mendapatkan es krim cokelat.

“Wah, enaknya es krim cokelat, aku suka. Terima kasih, Pak!” ucap Raisya polos kepada pedagang es krim yang telah membuat es krim bersama mereka.

Ucapan sederhana itu menjadi gambaran betapa pengalaman belajar yang dekat dengan dunia anak mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus meninggalkan kesan mendalam.

Membawa Teori Keluar dari Kelas

Kegiatan indoor ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa agar mereka dapat mengenali proses perubahan wujud benda melalui pengamatan dalam kehidupan sehari-hari.

Ustad Azis Muhaimin menjelaskan bahwa pembelajaran tidak cukup hanya membuat siswa memahami materi dari penjelasan guru. Mereka juga perlu mendapatkan pengalaman nyata agar mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan fenomena yang dijumpai di lingkungan sekitar.

“Kami berharap para siswa ini mampu memahami proses pembelajaran perubahan wujud yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ustad Azis Muhaimin.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengembangkan rasa ingin tahu, keberanian menjawab pertanyaan, kemampuan mengamati, serta pemahaman terhadap konsep sains secara lebih kontekstual.

Pembelajaran juga menjadi kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana siswa mampu mengingat dan menjelaskan kembali materi yang telah dipelajari. Pertanyaan sederhana tentang perubahan wujud benda menjadi jembatan antara teori, pengamatan, dan pengalaman langsung.

Bagi Kreatif 20, belajar bukan hanya tentang apa yang tertulis di buku atau dijelaskan di depan kelas. Lingkungan sekitar pun dapat menjadi sumber pengetahuan yang berharga ketika diolah menjadi pengalaman belajar yang bermakna.

Pagi itu, es krim goreng bukan sekadar jajanan yang menggoda selera. Di tangan seorang pedagang dan melalui pendampingan ustad serta ustadzah, proses pembuatannya menjadi pintu masuk untuk mengenalkan sains kepada anak-anak.

Dari halaman sekolah, siswa kelas 3 Kreatif 20 belajar bahwa ilmu pengetahuan hadir di sekitar mereka. Cukup dengan mengamati, bertanya, mencoba memahami, dan menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari, pelajaran yang semula terasa abstrak pun menjadi lebih dekat, nyata, dan menyenangkan (Rudi Ircham)

Pembelajaran perubahan wujud siswa kelas tiga Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya bersama pedagang es krim goreng