(Sekolah Anak Banget) Ketika sebagian siswa sudah bersiap meninggalkan sekolah lebih awal, aktivitas di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya justru belum berakhir. Jumat (25/09/2026), suasana sekolah berubah menjadi ruang belajar bagi para guru dan karyawan.Bukan untuk membahas administrasi pembelajaran. Bukan pula sekadar mengikuti pelatihan rutin. Kali ini, seluruh guru dan karyawan Sekolah Kreatif 20 duduk bersama untuk mengasah kembali satu kemampuan yang menjadi bagian penting dalam keseharian mereka: mengajarkan Al-Qur’an melalui metode Tilawati.
Selama dua hari, 25–26 September 2026, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya menggelar Pelatihan dan Peningkatan Kemampuan Mengajar Tilawati dengan menghadirkan narasumber dari Nurul Falah. Agenda ini telah dipersiapkan jauh-jauh hari sebagai bagian dari ikhtiar sekolah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para guru yang setiap hari mendampingi siswa dalam belajar dan mengaji. Karena di Kreatif 20, tugas seorang guru tidak berhenti ketika pelajaran di kelas selesai.Guru juga memiliki tanggung jawab untuk mengawal perkembangan mengaji setiap siswa.
Itulah sebabnya kemampuan mengajar Tilawati menjadi bekal penting bagi seluruh guru dan karyawan. Mereka dituntut tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami bagaimana menyampaikan pembelajaran mengaji secara efektif kepada siswa dengan karakter dan jenjang kemampuan yang berbeda-beda. Pelatihan selama dua hari ini pun dikemas secara komprehensif. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik mengajar Tilawati yang efektif, termasuk bagaimana mengelola pembelajaran mengaji dalam waktu sekitar 30 menit agar tetap terarah, aktif, dan mampu mencapai target pembelajaran.

Pembukaan acara Pelatihan Tilawati bersama Nurul Falah
Tidak berhenti di sana.
Para guru juga diajak memperdalam penguasaan kelas saat mengaji, materi ghorib musykilat, tajwid, hingga persiapan munaqosah. Munaqosah menjadi salah satu tahapan penting yang harus diikuti para peserta sebagai bagian dari proses mendapatkan syahadah, sebagai bukti kompetensi dalam mengajar Tilawati. Sejumlah narasumber dari Nurul Falah turut memberikan penguatan dalam pelatihan tersebut. Salah satunya Ustadz Imam Safi’i, M.Pd. yang membawakan materi mengenai pengaturan jadwal mengaji secara efektif sekaligus teknik pelaksanaan pembelajaran yang dapat diterapkan ketika mendampingi santri.
Materi yang diberikan tidak hanya berhenti pada teori. Para guru diajak melihat kembali praktik pembelajaran yang selama ini mereka lakukan, kemudian mengembangkannya agar proses mengaji bersama siswa semakin efektif dan terarah. Bagi Sekolah Kreatif 20, peningkatan kompetensi guru dalam mengajar Al-Qur’an bukan sekadar program tambahan. Ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk memastikan setiap siswa mendapatkan pendampingan mengaji yang berkualitas.
Koordinator kegiatan, Ustadz Harun, yang juga merupakan guru Ismuba Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, mengatakan bahwa kegiatan bersama Nurul Falah tersebut memang telah diprogramkan jauh hari. “Kami memang telah memprogramkan pelatihan mengaji Tilawati bersama Nurul Falah ini jauh hari dengan harapan agar seluruh guru dan karyawan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya memiliki kemampuan yang mumpuni dalam mengajar ngaji Tilawati kepada siswa berbagai jenjang,” ujar Ustadz Harun.
Dua hari pelatihan tersebut menjadi momentum untuk kembali menyatukan langkah seluruh guru dan karyawan. Sebab, di balik setiap lantunan ayat yang dibaca siswa Kreatif 20, ada guru yang harus terus belajar, memperbaiki teknik, memahami karakter siswa, dan memastikan proses belajar Al-Qur’an berlangsung dengan benar.
Guru belajar agar siswa semakin lancar mengaji.
Dari ruang pelatihan inilah, ikhtiar itu kembali dimulai. (Rudi Ircham)

Antusiasme Para Guru dan Karyawan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya dalam mengikuti Pelatihan Tilawati bersama Nurul Falah Surabaya.