(Sekolah Anak Banget) Halaman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya kembali semarak. Beragam pakaian adat, tarian tradisional, karya batik, hingga booth budaya memenuhi halaman sekolah dalam hari kedua Pekan Kreatif, Rabu (16/09/2026).
Setelah sebelumnya berlangsung meriah dengan kreativitas siswa dari kelas lain, kali ini giliran siswa kelas 2 dan kelas 5 menunjukkan hasil eksplorasi mereka. Keduanya hadir dengan tema berbeda, namun sama-sama mengangkat kekayaan budaya Indonesia.
Kelas 2 mengusung tema “Pesona dalam Gerak”, sedangkan kelas 5 membawa tema “Eksplorasi Batik Nusantara”.
Sejak kegiatan dimulai, suasana halaman sekolah dipenuhi semangat kebersamaan dalam keberagaman. Para siswa tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menyajikan informasi dan pengalaman belajar yang telah dipersiapkan bersama guru kelas masing-masing.

Pembukaan Pekan Kreatif hari kedua antara kelas 2 dan kelas 5 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya dengan Pembacaan Al Qur’an oleh ananda Aqela kelas 5 Al Hafiz
Kelas 2 Bawa Pesona Nusantara Lewat Tari
Siswa kelas 2 tampil mengenakan berbagai pakaian adat daerah, mulai dari Dayak, Papua, Minang, Betawi, Bali, hingga Madura.
Setiap kelompok kemudian menampilkan tarian tradisional sesuai daerah yang mereka eksplorasi. Gerak tari menjadi media bagi siswa untuk mengenalkan karakter dan budaya dari berbagai wilayah Indonesia.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah Tanduk Majheng dari Madura.
Tarian tradisional tersebut menggambarkan kehidupan dan perjuangan masyarakat Madura yang berprofesi sebagai nelayan. Melalui penampilan tersebut, siswa mengenalkan kisah para nelayan yang mengarungi laut untuk mencari ikan dengan menghadapi berbagai tantangan, termasuk ombak dan angin yang tidak menentu.
Tanduk Majheng menjadi salah satu dari sejumlah tarian tradisional yang ditampilkan. Selain Madura, siswa juga membawakan tarian dari Dayak, Papua, Minang, Betawi, dan Bali.
Tidak berhenti pada pertunjukan tari, siswa kelas 2 juga menghadirkan booth budaya di area pameran. Setiap kelompok menghias booth sesuai ciri khas daerah yang dipilih dan menampilkan kliping hasil eksplorasi mereka.
Booth tersebut dapat dikunjungi oleh seluruh warga sekolah. Selain menjadi tempat memamerkan karya, area ini menjadi sarana edukasi untuk mengenal lebih dekat keberagaman budaya Indonesia.

Penampilan siswa kelas 2 dengan tarian dari Suku Dayak Kalimantan
Kelas 5 Eksplorasi Batik Nusantara
Sementara itu, siswa kelas 5 menghadirkan konsep yang berbeda. Melalui tema “Eksplorasi Batik Nusantara”, mereka mengajak warga sekolah mengenal batik Indonesia melalui karya dan presentasi.
Berbagai booth karya disiapkan dengan konsep yang beragam. Di antaranya Jambutan Booth, Shibori, Ensiklopedia, Batik Future, Artbooth, dan berbagai karya lainnya.
Para siswa tidak hanya memajang hasil karya. Mereka juga mempresentasikan informasi yang telah dipelajari mengenai batik melalui kegiatan bertajuk “Pekan Kreatif Festival Budaya Indonesia”.
Materi yang disampaikan meliputi teknik membuat batik, macam-macam batik, serta daerah-daerah di Indonesia yang dikenal dengan kekayaan tradisi batiknya.
Kegiatan tersebut membuat siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbicara sekaligus memperdalam pemahaman tentang budaya Indonesia.

Para siswa kelas 5 menyampaikan presentasi produk batik hasil karya mereka
Ecoprint Jadi Salah Satu Daya Tarik
Salah satu kelompok kelas 5 juga menghadirkan eksplorasi ecoprint.
Di booth tersebut, siswa memperkenalkan bahan-bahan alami yang dapat digunakan dalam proses ecoprint, seperti daun pandan, daun pepaya, dan bahan lainnya.
Ecoprint merupakan teknik berkarya dengan memanfaatkan bahan alami untuk menghasilkan motif pada media tertentu. Melalui eksplorasi ini, siswa belajar bahwa lingkungan sekitar juga dapat menjadi sumber inspirasi dalam menghasilkan karya seni.

Para siswa kelas 5 memberikan demo pembuatan batik di depan para pengunjung stand
Belajar Budaya Sekaligus Mengasah Keterampilan
Kemeriahan Pekan Kreatif hari kedua tidak lepas dari proses persiapan yang dilakukan siswa bersama guru. Mulai dari mencari informasi, membuat kliping, mempersiapkan booth, berlatih tampil, hingga mempresentasikan hasil karya.
Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, Ustadzah Tyah, memberikan apresiasi kepada seluruh siswa atas kerja keras yang telah dilakukan selama beberapa hari sebelumnya.
Ia juga memberikan semangat kepada para peserta karena kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih luas. Siswa dapat mengasah kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, berkreasi, dan menghubungkan berbagai pengetahuan lintas mata pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya.
Melalui Pekan Kreatif, pembelajaran pun hadir dalam bentuk yang lebih nyata. Seni, budaya, bahasa, pengetahuan, dan keterampilan berpadu dalam satu kegiatan.
Kelas 2 belajar mengenal Nusantara melalui gerak dan busana adat. Kelas 5 mengeksplorasi batik melalui karya dan presentasi.
Semuanya menjadi bagian dari pengalaman belajar anak-anak Kreatif 20 untuk mengenal keberagaman Indonesia sekaligus berani menunjukkan hasil kreativitas mereka. (Tahar Lebo)

Para siswa kelas 2 yang menampilkan seni dan budaya dari Suku Madura