(Sekolah Anak Banget) Suasana berbeda tampak dalam perhelatan Purnasiswa Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya yang digelar pada Sabtu (13/6/2026) di Gedung Serba Guna KODAERAL V Armatim, kawasan Perak, Surabaya. Bersama para orang tua, siswa kelas VI menghadiri puncak acara purnasiswa yang dikemas dengan konsep unik dan jauh dari kesan formal yang selama ini melekat pada acara kelulusan. Jika biasanya prosesi purnasiswa berlangsung sakral dan khidmat, kali ini Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya menghadirkan konsep “Out of The Box” yang membuat suasana menjadi lebih hidup, meriah, sekaligus penuh makna. Konsep tersebut lahir dari keinginan para orang tua siswa yang mengharapkan momen akhir pendidikan dasar putra-putri mereka tampil berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Pada prosesi penganugerahan tanda kelulusan, para ustaz dan ustazah memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada siswa kelas VI untuk mengekspresikan diri sesuai dengan talenta dan karakter masing-masing. Hasilnya, panggung purnasiswa berubah menjadi arena kreativitas yang mengundang gelak tawa dan tepuk tangan para hadirin.
Beragam ekspresi unik ditampilkan para siswa. Ada yang melakukan salto di atas panggung, berjalan mundur ala Michael Jackson, menirukan gestur artis saat menerima penghargaan, hingga berbagai aksi kreatif lainnya. Momen-momen tersebut sukses mencairkan suasana dan menghadirkan kebahagiaan bagi para orang tua, guru, serta seluruh tamu undangan yang hadir.

Para siswa kelas 6 menyanykan lagu persembahan untuk orang tua dengan latar foto masa kecil mereka bersama orang tua
Meski penuh dengan keceriaan, acara tersebut juga menyimpan momen haru. Sejumlah siswa menyampaikan pidato singkat yang berisi ungkapan terima kasih kepada orang tua dan para guru yang telah mendampingi perjalanan mereka sejak kelas I hingga kelas VI. Mereka juga memohon doa restu agar dapat melanjutkan pendidikan dengan baik serta mewujudkan cita-cita di masa depan. Salah satu siswa yang mencuri perhatian adalah Rifat dari Kelas VI Ibrahim. Setelah melakukan selebrasi salto di atas panggung, siswa yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional itu menyampaikan pesan yang menyentuh hati.
“Ayah dan Bunda, terima kasih selama ini telah membesarkan dan berjuang agar saya bisa bersekolah di sekolah yang sebagus ini. Untuk ustaz dan ustazah, maafkan saya jika selama ini pernah membuat jengkel. Doakan saya agar berhasil di sekolah berikutnya dan cita-cita saya bisa terwujud,” ujar Rifat.
Puncak haru terjadi pada penghujung acara. Para siswa kelas VI mempersembahkan sebuah lagu khusus sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada orang tua mereka. Sesi ini sengaja dirahasiakan oleh para guru agar menjadi kejutan yang berkesan.
Dengan membawa bunga tulip, para siswa turun dari panggung dan menghampiri kedua orang tua mereka. Satu per satu mereka menyerahkan bunga sambil mengucapkan terima kasih atas kasih sayang, pengorbanan, dan dukungan yang selama ini diberikan. Suasana pun berubah menjadi penuh haru. Banyak orang tua yang tampak meneteskan air mata karena terharu atas kejutan tersebut. “Kami sengaja merahasiakan momen pamungkas ini agar para orang tua dapat merasakan ikatan batin yang begitu kuat antara anak dan orang tua. Kami ingin ada kenangan yang benar-benar membekas di hati mereka,” ujar Ustazah Elok, salah satu guru kelas VI Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya.
Konsep purnasiswa yang tidak biasa ini sengaja dirancang untuk memberikan ruang kepada siswa menampilkan ekspresi terbaik mereka sekaligus mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap para lulusan selalu mengingat perjuangan orang tua dalam mendukung pendidikan mereka.
Lebih dari itu, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya berharap para alumninya kelak mampu menjadi generasi unggul yang mengharumkan nama sekolah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Purnasiswa Kreatif 20 “Out of The Box” pun menjadi bukti bahwa sebuah acara kelulusan tidak hanya dapat menjadi seremoni perpisahan, tetapi juga ruang untuk merayakan karakter, kreativitas, dan cinta yang terjalin antara siswa, orang tua, serta para pendidik. (Rudi Ircham)