Keseruan Belajar Siswa Kreatif 20 di PPLH Seloliman Mojokerto

(Sekolah Anak Banget) Siswa kelas 2 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya menggelar kegiatan outbond dengan penuh suka cita dan penuh keseruan di PPLH Seloliman mulai Rabu hingga Kamis (7-8/10/2026). Antusiasme belajar dirasakan segenap siswa baik kelas 2 Basket, Tenis, dan Futsal mulai dari pembekalan, di perjalanan hingga di lokasi outbond yang berlangsung selama 2 hari tersebut.

 

Pengalaman pertama saat sampai di kota onde-onde tersebut adalah siswa diperkenalkan cara membuat batu bata dari tanah khusus yang dicampur dengan debu dan sekam padi. Bahan dasar tersebut diberi air sampai sedikit encer layaknya lumpur. Pak, Shobir memberikan pendampingan pembelajaran kepada segenap siswa. Tak hanya menyimak penjelasan  saja, dia juga memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba praktik membuat batu bata merah.

Para siswa kelas Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya asyik membuat kerajinan dari tanah liat

“Anak-anak, bikin batu bata itu mudah. Kita perlu menyiapkan cetakan seperti ini” katanya. Sambil mengajak siswa membuat bata, ia meminta untuk membasahi kedua tangan terlebih dahulu kemudian memasukkan bahan yang sudah melalui tahap pengulenan.

 

“Ayo ambil tanahnya dan taruh di cetakan ini terus ambil lagi, masukkan lagi sampai penuh. Kemudian ratakan dan diusap bagian atasnya,” jelasnya. perlu diketahui, batu bata di Indonesia merupakan salah satu peradaban tertua di Asia Tenggara. Titik awalnya terjadi pada zaman kerajaan Hindu-Budha sekitar abad 1-15 masehi. zaman Islam terjadi abad 15-17 masehi, dan zaman kolonial Belanda abad 18-20 masehi.

 

kesimpulan yang bisa diambil sebagai pembelajaran adalah batu merah asal Indonesia dimulai dari pengaruh India perdagangan abad ke-1. kemudian disempurnakan zaman Majapahit yang kemudian menjadi ciri khas arsitektur Indonesia dan distandarkan oleh Belanda hingga digunakan seperti zaman modern seperti sekarang ini.

 

Sementara itu, dalam sesi pembukaan di Aula PPLH, ada pesan dari instruktur PPLH untuk senantiasa menjaga lingkungan. Harapannnya bisa menjaga lingkungan misalnya saat setelah makan di lingkungan PPLH, sampah jangan berserakan alias membuang sampah sembarangan. Hal ini, sesuai dengan salah satu pembelajaran di sekolah untuk senantiasa menaati aturan dan peduli dan menjaga lingkungan sekitar. Siang hari hingga menjelang sore, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka masak berbagai macam masakan tradisional seperti jagung rebus, pisang mentega keju, kacang rebus, getuk, dan lainnya. Uniknya, masing-masing masakan menggunakan tungku dari serbuk gergaji.

 

salah satu kelompok membuat pisang mentega keju, yang oerlu dipersiapkan adalah bahan seperti pisang, mentega, keju. Pengalaman siswa yang didapat adalah menggunakan tungku tradisional, mengupas pisang, menggeprek, menggoreng hingga menghiasnya. Malam harinya, segenap siswa yang sudah terbagi dalam kelompok, mereka mempresentasikan hasil masakan. Uniknya, setiap kelompok memiliki yel yel serta gerakan tarian yang unik nan lucu.

Para siswa kelas 2 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya saling bekerja sama dengan anggota kelompoknya membuat masakan sehat dari bahan jagung, ubi dan kacang tanah

Hari kedua, siswa melaksanakan jelajah alam, dan beberapa fun rolling game seperti jaring laba-laba, dan high rope yang bisa menambah keseruan dan keberanian segenap peserta. Kegiatan pun diakhiri dengan berenang di sungai. Kegiatan outbond kali ini memberikan kesan pembelajaran yang seru, semangat, dan penuh suka cita. Ustadzah Iim yang selaku guru kelas berharap dalam kegiatan ini siswa bisa melatih kemampuan kerja sama dan berkomunikasi dalam kelompok, menumbuhkan sikap disiplin,peduli dan tanggungjawab. Selain itu, siswa bisa mengasah keberanian dan memecahkan suatu masalah dalam berbagai tantangan. (Ahmad Muntaha, S.Pd)

Para siswa kelas 2 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 menyelesaikan tantangan yang diberikan instruktrur PPLH Seloliman.