Tingkatkan Kemampuan Softskill, Siswa Kelas 6 Kreatif 20 Gelar Indoor Ini

(Sekolah Anak Banget)  Jumat berkah, 25 September 2026, menjadi hari yang berbeda bagi siswa kelas 6 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya. Bukan lembar soal TKA yang memenuhi meja mereka, bukan pula deretan soal try out yang harus ditaklukkan. Kali ini, tangan-tangan mereka justru sibuk mengolah ikan, kerang, cumi, dan berbagai hasil laut menjadi sajian yang menggoda selera.

 

Suasana kegiatan Indoor kelas 6 pun berubah menjadi dapur kreativitas. Setiap kelompok mendapat tantangan untuk mengolah bahan mentah hasil laut menjadi makanan yang bukan hanya lezat, tetapi juga sehat dan menarik untuk disajikan. Dengan penuh keseriusan, para siswa mulai berbagi tugas. Ada yang menyiapkan bahan, mengolah masakan, menata hidangan hingga mempercantik tampilan melalui garnis. Semua dilakukan secara mandiri dan berkelompok.

 

Yang menarik, para orang tua memang hadir menyaksikan dari dekat. Namun, kali ini mereka hanya menjadi penonton. Tidak ada tangan orang tua yang ikut mengolah bahan, tidak ada bantuan untuk menyelesaikan masakan. Seluruh proses menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka sendiri.

Pembukaan acara Indoor kelas enam Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya oleh Ustdzah Sutiyah Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20.

Di sinilah tantangan sebenarnya dimulai.

 

Bukan sekadar bagaimana menghasilkan makanan yang enak, tetapi bagaimana setiap kelompok mampu bekerja sama, membagi tugas, memecahkan persoalan ketika proses memasak menghadapi kendala, sekaligus menghasilkan hidangan yang mampu memikat perhatian juri. Sebab, penilaian juri salah satunya Ustdzah Tri tidak berhenti pada cita rasa. Kebersihan selama proses pengolahan, kreativitas penyajian, garnis, kekompakan kelompok, hingga tampilan akhir makanan turut menjadi bagian yang diperhatikan.

 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ustadzah Sutiyah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan bagi siswa kelas 6 tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. “Kami berharap seluruh siswa kelas 6 tidak hanya jago dalam pelajaran saja. Lebih dari itu, mereka memiliki bekal softskill agar mereka tidak hanya menggantungkan diri kepada orang tua,” ujar Ustadzah Sutiyah.

 

Pesan tersebut terasa nyata dalam kegiatan Indoor kali ini. Setelah selama ini siswa akrab dengan try out dan latihan soal sebagai persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), mereka mendapatkan pengalaman berbeda untuk mengasah kemampuan yang tidak selalu bisa diperoleh melalui buku dan lembar kerja.

Memasak menjadi media belajar.

Kerja kelompok menjadi latihan kepemimpinan.

Menyusun menu menjadi ruang kreativitas.

Sementara menghadapi juri menjadi latihan keberanian dan tanggung jawab.

Salah satu kelompok bahkan berhasil mengolah ikan barakuda menjadi nugget. Kreasi tersebut menjadi salah satu bukti bagaimana bahan hasil laut dapat diolah menjadi menu yang lebih menarik dan dekat dengan selera anak-anak.

“Kami senang mampu memberikan yang terbaik dari hasil olahan masakan laut kami, yaitu nugget barakuda,” ujar Kirana, salah satu siswa kelas 6 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya.

 

Lebih dari sekadar lomba memasak, kegiatan Indoor kelas 6 ini menjadi cara Sekolah Kreatif 20 mengenalkan kepada siswa bahwa makanan sehat bisa hadir dalam bentuk yang kreatif dan menyenangkan. Ikan dan hasil laut tidak hanya dikenalkan sebagai bahan makanan, tetapi juga sebagai sumber pangan bergizi yang dapat diolah menjadi beragam sajian. Di saat yang sama, siswa belajar bahwa sebuah hasil tidak lahir dari kerja seorang diri. Ada komunikasi, pembagian tugas, kreativitas, ketelitian, kebersihan, dan keberanian mengambil keputusan yang harus berjalan bersama.

Salah satu Kelompok kelas 6 yang mengolah hasil laut menjadi menu sehat yang lezat.

Para ustadz dan ustadzah Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya berharap pengalaman tersebut tidak berhenti ketika kegiatan Indoor berakhir. Sebab, bekal yang dibawa pulang siswa bukan hanya cerita tentang menu yang berhasil mereka sajikan hari itu. Ada pengalaman bekerja sama, keberanian mencoba, kemampuan menyelesaikan masalah, serta kemandirian yang diharapkan terus mereka praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dari dapur sederhana Indoor kelas 6, Kreatif 20 kembali menegaskan satu hal: anak-anak tidak hanya dipersiapkan untuk mampu menjawab soal, tetapi juga dipersiapkan untuk mampu menghadapi kehidupan. (Rudi Ircham)